Selasa, 08 April 2014

Grup Diskusi Facebook Merupakan Inovasi atau Bukan?

        A.      PENDAHULUAN
1.       Latar Belakang
Pada zaman sekarang ini perkembangan teknologi terasa sangat pesat. Dengan berkembangnya teknologi pada sekarang ini maka berpengaruh juga terhadap dunia pendidikan. Sekarang kegiatan pembelajaran tidak hanya dilakukan dengan tatap muka saja di dalam kelas tetapi juga dengan pembelajaran jarak jauh baik itu secara online maupun offline. Pembelajaran online tidak harus dilakukan dengan tatap muka tetapi bisa dimana saja dan kapan saja tanpa terbatas dengan adanya jarak. Dulu kita mencari materi hanya dari buku, sekarang kita bisa mencari materi di internet. Dengan demikian para siswa diharapkan dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, karena semuanya sudah dimudahkan dengan berbagai kemajuan teknologi yang ada.
Pada saat ini sedang marak-maraknya berbagai media jejaring sosial, contohnya twitter, facebook, path, instagram dan masih banyak lainnya. Adanya berbagai media jejaring sosial tersebut juga merupakan hasil dari kemajuan teknologi. Dan pada saat ini tidak hanya web-based learning yang digunakan sebagai media pembelajaran e-learning tetapi jejaring sosial juga. Dan salah satunya yaitu penggunaan facebook sebagai forum diskusi mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan. Apakah penggunaan facebook dalam mata kuliah ini merupakan suatu inovasi? Apakah siswanya menjadi aktif? Dan apakah efektif? Dalam artikel ini, saya akan membahas hasil survey mengenai keaktifan siswa dalam pemanfaatan facebook sebagai dalam mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan.
2.       Pertanyaan Survei
a.       "Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?". Kalau Anda jawab "YES", atau "NO" atau "YES & NO", berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.
b.      Berapa jumlah frekuensi mahasiswa yang menjawab serta berapa yang tidak menjawab?
c.       Dari jumlah mahasiswa yang menjawab, berapa yang memilih "YES", "NO", dan "YES & NO"?
3.       Tujuan dan Maanfaat
Tujuannya untuk mengetahui apakah penggunaan facebook sebagai media pembelajaran efektif atau tidak dan mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam forum diskusi ini. Dengan demikian kita akan mengetahui seefektif apakah penggunaan facebook sebagai media pembelajaran Difusi Inovasi Pendidikan.
4.       Responden Survei
Responden dari survei ini adalah mahasiswa Teknologi Pendidikan UNJ Regular 2012 yang mengambil mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan, yang berjumlah 41 orang.
5.        Teknik Survei
Melakukan penghitungan data dari jawaban-jawaban yang berasal dari pertanyaan yang disampaikan Ibu Retno mengenai bagaimana pendapat mereka tentang forum diskusi facebook ini apa merupakan sebuah inovasi atau bukan serta alasannya.

       B.      HASIL SURVEI
                   a) Data Mahasiswa yang Menjawab dan Tidak Menjawab di Diskusi Sebelumnya





       b) Data Mahasiswa yang Menjawab “Yes”, “No”, dan “Yes dan No”






 c) Pengklasifikasian Mahasiswa dengan Jawaban yang Sama
     1. Yang Menjawab "Yes"








     2. Yang Menjawab "No"







     

         3. Yang Menjawab "Yes & No"






       C.     PEMBAHASAN
Teori Rogers mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Teori Reigeluth mendefinisikan inovasi adalah suatu proses perubahan secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan data di atas dapat kita lihat, 78% atau 32 mahasiswa aktif atau menjawab pertanyaan dan  sisanya 22% atau 9 mahasiswa tidak aktif atau tidak menjawab pertanyaan yang diajukan Ibu Retno.
Dari seluruh mahasiswa yang menjawab pertanyaan memiliki jawaban dan pendapatnya masing-masing mengenai ‘apakah penggunaan facebook dalam pembelajaran merupakan suatu inovasi?’. Dari 32 mahasiswa yang menjawab ‘yes’ sebanyak 4 orang, yang menjawab ‘no’ sebanyak 8 orang, dan sisanya 20 orang menjawab ‘yes & no’. Dapat kita lihat, mayoritas mahasiswa menjawab ‘yes & no’.
Selanjutnya, dari keempat mahasiswa yang berpendapat penggunaan facebook dalam pembelajaran merupakan suatu inovasi secara garis besar memiliki alasan yang sama, yaitu belum pernah menggunakan facebook sebagai media pembelajaran dan bersifat berkelanjutan dan menyuruh, walaupun sebelumnya sudah pernah menggunakan web-based learning untuk pembelajaran. Dari kedelapan mahasiswa yang berpendapat facebook bukanlah suatu inovasi dalam pembelajaran dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan alasannya masing-masing. Alasan pertama; sudah pernah merasakan online learning dan berpendapat bahwa facebook termasuk dari online learning dan dianggap tidak menyeluruh dan berkelanjutan hanya melakukan tanya-jawab, dan empat mahasiswa yang memiliki alasan tersebut. Alasan kedua; Sudah pernah merasakan online learning dan berpendapat bahwa facebook termasuk online learning dan penggunaan facebook dianggap tidak berkelanjutan hanya sebagai penunjang saja, dan dua mahasiswa yang memiliki alasan tersebut. Alasan ketiga; Sudah pernah merasakan online learning (facebook termasuk online learning) sebelumnya, dan dua mahasiswa yang memiliki alasan tersebut.  Dari keduapuluh mahasiswa yang menjawab yes dan no dikelompokkan menjadi empat berdasarkan alasannya masing-masing. Alasan pertama; belum pernah menggunakan facebook sebagai media pembelajaran dan dianggap tidak berkelanjutan dan tidak menyeluruh, terdapat tujuh mahasiswa yang memiliki alasan tersebut. Alasan kedua; sudah pernah merasakan online learning (facebook termasuk online learning) dan dianggap berkelanjutan dan menyeluruh, terdapat tujuh mahasiswa yang memiliki alasan tersebut. Alasan ketiga; belum pernah menggunakan facebook sebagai media pembelajaran dan dianggap berkelanjutan dan menyeluruh, terdapat dua mahasiswa yang memiliki alasan tersebut. Dan terakhir alasan keempat; belum pernah menggunakan facebook sebagai media pembelajaran, terdapat empat mahasiswa yang memiliki alasan tersebut.
Dapat kita lihat, jawaban dari masing-masing mahasiswa beragam walaupun cenderung serupa. Karena masing-masing mahasiswa berpendapat sesuai dengan pengalaman dan pemikirannya sendiri.


      D.      KESIMPULAN
Berdasarkan data keseluruhan dapat disimpulkan keaktifan mahasiswa TP reguler 2012 dalam forum diskusi facebook mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan masih tinggi, karena mayoritasnya menjawab pertanyaan apa yang Ibu Retno ajukan, yaitu Apakah forum diskusi facebool DIP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?”. Jawaban dari pertanyaan tersebut memiliki jawaban yang beragam. Karena inovasi bersifat relatif dan tergantung pada masing-masing individu itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.facebook.com/groups/609115625823877/

Roger, Everett M. 1995. Diffusion of Innovations Four Edition.New York: The Free Press






Selasa, 27 November 2012

MODEL KOMUNIKASI BERLO

Makalah Dasar-dasar Komunikasi Kelompok 4
Dosen: Ibu Murti Kusuma Wirasty
 
Dalam model komunikasi David K. Berlo, terdapat unsur-unsur utama komunikasi yang dikenal dengan SCMR, yaitu Source (sumber), Channel (saluran), Message (pesan), dan Receiver (penerima). Di samping itu, terdapat juga tiga unsur lain, yaitu Feedback (tanggapan balik), Efek , dan Lingkungan. Setiap unsur ini akan saling bergantung satu sama lain dan memiliki peranan penting dalam membangun proses komunikasi.
1. Sumber
Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pengirim informasi. Sumber terdiri dari satu orang atau kelompok. Misalnya partai, organisasi atau lembaga.
2. Pesan
Pesan adalah sesuatu (pengetahuan, hiburan, informasi, nasehat atau propaganda) yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media.
3. Saluran
Saluran komunikasi adalah media yang membawa pesan. Saluran komunikasi ini terdiri dari komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik.
4. Penerima
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh pengirim.
5. UmpanBalik
Umpan balik merupakan respons atau reaksi yang diberikan oleh penerima.
6. Efek
Efek atau pengaruh merupakan perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.
7. Lingkungan
Lingkungan atau situasi adalah faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi.
Muhamad (1995) menjelaskan bahwa model Berlo menekankan komunikasi sebagai suatu proses dan menekankan “meaning are in the people”, atau arti pesan yang dikirimkan pada orang yang menerima pesan bukan pada kata-kata pesan itu sendiri. Dengan kata lain, bahwa interpretasi pesan terutama tergantung kepada kata atau pesan yang ditafsirkan oleh si pengirim atau si penerima.
Berlo menggambarkan kebutuhan penyandi (encoder) dan penyandi balik (decoder) dalam proses komunikasi. Enkoder bertanggung jawab mengekspresikan maksud sumber dalam bentuk suatu pesan. Menurut Berlo, sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut, seperti keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya. Pesan dikembangkan berdasarkan elemen, struktur, isi, perlakuan, dan kode. Saluran berhubungan dengan panca indera, yaitu: melihat, mencicipi, mendengar, menyentuh, dan membaui.
Penelaahan terhadap Model Komunikasi Berlo:
1. Sumber
Seorang baik sebagai sumber maupun penerima harus memperhatikan hal-hal berikut dalam berkomunikasi, yaitu:
a. Ketrampilan berkomunikasi (communication skills) yang terdiri atas:
· Kemampuan sumber dalam menyusun tujuan komunikasi;
· Kemampuan sumber dalam menterjemahkan pesan ke dalam bentuk signal atau ekspresi tertentu.
b. Sikap, terdiri atas:
· Sikap terhadap diri sendiri;
· Sikap terhadap pesan;
· Sikap terhadap penerima pesan (receiver) maupun sikap sebaliknya, receiver terhadap sumber.
c. Pengetahuan, meliputi:
· Pengetahuan sumber tentang receiver, media komunikasi yang sesuai, metode pendekatan yang sesuai, serta pengetahuan tentang pesan;
· Pengetahuan receiver tentang sumber, media, maupun pesan.
d. Sistem sosial budaya, baik sumber maupun penerima harus memperhatikan sistem sosial budaya yang ada, meliputi:
· Norma yang dianut;
· Sistem pengambilan keputusan. Misalnya, terkait dengan inovasi bidang pertanian;
· Budaya yang berkembang dan dianut.
2. Pesan
Pesan dikembangkan berdasarkan:
· Kode pesan (penggunaan bahasa, gambar yang disepakati)
· Isi (disajikan utuh atau terpotong?)
· Perlakuan (pesan dapat dicerna oleh kelima indera manusia?)
3. Saluran komunikasi
Saluran komunikasi yang digunakan hendaknya:
· Baik menurut sasaran;
· Dapat diterima oleh banyak sasaran;
· Mudah digunakan oleh banyak sumber maupun penerima;
· Lebih ekonomis;
· Cocok dengan pesan.
Mulyana (2003) mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasan dalam model Berlo ini. Salah satu kelebihan model Berlo adalah bahwa model ini tidak terbatas pada komunikasi publik atau komunikasi massa, namun komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. Model Berlo juga bersifat heuristik (merangsang penelitian) karena memperinci unsur-unsur yang penting dalam proses komunikasi. Model ini misalnya dapat memandu anda meneliti efek keterampilan komunikasi penerima atas penerimaan pesan yang dikirimkan. Atau jika sebagai pembicara mungkin mulai menyadari bahwa latar belakang pembicara akan mempengaruhi penerima pesan.
Sedangkan keterbatasan model Berlo ini adalah Berlo mengganggap bahwa komunikasi merupakan sebuah fenomena yang statis. Disamping itu, umpan balik yang diterima pembicara dari khalayak tidak dimasukkan dalam model grafiknya dan komunikasi non verbal tidak dianggap penting dalam mempengaruhi orang lain.

HUBUNGAN ANTARA TEORITIS DAN PRAKTIS PADA ILMU PENDIDIKAN

Makalah PIP Kelompok 4
Dosen: Bapak Ahmad Sadek

Pada dasarnya semua ilmu dapat dibagi menjadi 2 yaitu ilmu murni dan ilmu terapan.
Ilmu Murni
Ilmu Murni adalah ilmu yang membahas/ mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan secara dalam
Imu Terapan
Ilmu terapan adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat yang memudahkan kehidupan)
Perbedaan Ilmu Pengetahuan Murni dan Terapan:
* Ilmu Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru.
            Misalnya, penelitian mata manusia.
* Sedangkan Ilmu Pengetahuan Terapan menempatkan teori-teori ke dalam praktek dengan tujuan mencari solusi dari sebuah masalah.
            Contohnya ketika diketahui bahwa mata dapat bermasalah, para ilmuwan berhasil menemukan kacamata. Melalui Ilmu Pengetahuan Terapan ini kita mendapatkan berbagai produk dan layanan baru, tetapi perkembangan ini berawal mula dari kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan Murni.
Hubungan Antara Teoritis(Ilmu Murni) dan Praktis(Ilmu Terapan)
Pada Ilmu Pendidikan (Teknologi)
Ilmu pengetahuan murni (Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi) dan Ilmu pengetahuan terapan(teknologi) merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain. Teknologi tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ilmu pengetahuan murni, dan sebaliknya ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi untuk menyediakan fasilitas dan peralatan penelitian yang akurat. Sebagai contoh, mesin uap tidak akan ditemukan tanpa adanya penelitian di bidang ilmu pengetahuan fisika. Di lain pihak, keberhasilan pembuatan mesin uap ini mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ilmu murni yang berkaitan dengan teori panas dan termodinamika.
Makalah PIP Kelompok 4
Dosen: Bapak Ahmad Sadek


Pada dasarnya semua ilmu dapat dibagi menjadi 2 yaitu ilmu murni dan ilmu terapan.
Ilmu Murni
Ilmu Murni adalah ilmu yang membahas/ mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan secara dalam
Imu Terapan
Ilmu terapan adalah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat yang memudahkan kehidupan)
Perbedaan Ilmu Pengetahuan Murni dan Terapan:
* Ilmu Pengetahuan Murni berfokus kepada teori yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru.
            Misalnya, penelitian mata manusia.
* Sedangkan Ilmu Pengetahuan Terapan menempatkan teori-teori ke dalam praktek dengan tujuan mencari solusi dari sebuah masalah.
            Contohnya ketika diketahui bahwa mata dapat bermasalah, para ilmuwan berhasil menemukan kacamata. Melalui Ilmu Pengetahuan Terapan ini kita mendapatkan berbagai produk dan layanan baru, tetapi perkembangan ini berawal mula dari kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan Murni.
Hubungan Antara Teoritis(Ilmu Murni) dan Praktis(Ilmu Terapan)
Pada Ilmu Pendidikan (Teknologi)
Ilmu pengetahuan murni (Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi) dan Ilmu pengetahuan terapan(teknologi) merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain. Teknologi tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ilmu pengetahuan murni, dan sebaliknya ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi untuk menyediakan fasilitas dan peralatan penelitian yang akurat. Sebagai contoh, mesin uap tidak akan ditemukan tanpa adanya penelitian di bidang ilmu pengetahuan fisika. Di lain pihak, keberhasilan pembuatan mesin uap ini mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ilmu murni yang berkaitan dengan teori panas dan termodinamika.

APAKAH PENDIDIKAN ITU?



APAKAH PENDIDIKAN ITU?

Makalah PIP Kelompok 7


M.J. Langeveld (1995) :
  1. Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan
  2. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila
  3. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab
Pengertian pendidikan secara umum:
Pendidikan adalah : Usaha sadar yang dilakukan menusia dewasa yang bertanggung jawab membantu anak menjadi dewasa[1].
Usaha sadar : pendidikan akan terlaksana jika adanya keinginan yang kuat untuk merubah sesuatu dalam diri kita, dari tahu menjadi lebih tahu, dari bisa menjadi lebih bisa, dan dari baik menjadi lebih baik. Usaha pendidikan memiliki tujuan tertentu sesuai jenjangnya.
a.       Manusia dewasa yang bertanggung jawab atas pendidikan terdiri dari :
-          Orang tua yang bertanggung jawab terhadap pendidikan putra putrinya
-          Guru/pendidik,pelatih yang bertanggung jawab sesuai penugasan yang diterimanya (jadi diperlukan surat keputusan SK, untuk dapat melaksanakan kegiatan mengajar)
-          Tokoh masyarakat (pejabat, kiayi, orang yang disegani) dapat membantu pendidikan sesuai dengan proporsinya.
b.      Cirri-ciri Dewasa
-          Mandiri
-          Berguna bagi orang lain
-          Bertanggung jawab
-          Dapat menghargai aturan/norma
c.       Membantu artinya dengan ikhlas, berniat baik tanpa merasa terpaksa



Pentingnya pendidikan
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita,ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
Seorang anak yang disayangi akan menyayangi keluarganya ,sehingga anak akan merasakan bahwa anak dibutuhkan dalam keluarga. Sebab merasa keluarga sebagai sumber kekuatan yang membangunya.Dengan demikian akan timbul suatu situasi yang saling membantu,saling menghargai,yang sangat mendukung perkembangan anak.Di dalam keluarga yang memberi kesempatan maksimum pertumbuhan,dan perkembangan adalah orang tua.Dalam lingkungan keluarga harga diri berkembang karena dihargai,diterima,dicintai,dan dihormati sebagai manusia .Itulah pentingnya mengapa kita menjadi orang yang terdidik di lingkungan
keluarga.Orang tua mengajarkan kepada kita mulai sejak kecil untuk menghargai orang lain.
Sedangkan di lingkungan sekolah yang menjadi pendidikan yang kedua dan apabila orang tua mempunyai cukup uang maka dapat melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi dan akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi kemudian menjadi seorang yang terdidik . Alangkah pentingnya pendidikan itu. Guru sebagai media pendidik memberikan ilmunya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Peranan guru sebagai pendidik merupakan peran  memberi bantuan dan dorongan ,serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak  agar anak dapat mempunyai rasa tanggung jawab dengan apa yang dia lakukan. Guru juga harus berupaya agar pelajaran yang diberikan selalu cukup untuk menarik minat anak .
Selain itu peranan lingkungan masyarakat juga penting bagi anak  didik . Hal ini berarti memberikan gambaran tentang bagaimana kita hidup bermasyarakat.Dengan demikian bila kita berinteraksi dengan masyarakat maka mereka akan menilai kita,bahwa  tahu mana orang yang terdidik,dan  tidak terdidik. Di zaman Era Globalisasi diharapkan generasi muda bisa mengembangkan ilmu yang didapat sehingga tidak ketinggalan dalam perkembangan zaman. Itulah pentingnya menjadi seorang yang terdidik baik di lingkungan Keluarga,Sekolah,dan Masyarakat.
Pendidikan formal, informal dan nonformal
Pendidikan  formal  adalah  kegiatan  yang  sistematis,  bertingkat/berjenjang, dimulai dari  sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya;   termasuk   kedalamnya   ialah   kegiatan   studi   yang   berorientasi akademis  dan  umum,  program   spesialisasi,  dan  latihan  professional,  yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.
Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap  orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang  bersumber  dari   pengalaman  hidup  sehari-hari,  pengaruh  lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh  kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media massa.
Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis, di luar sistem  persekolahan yang , dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan  yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya.


[1] Dra. Sri Martini Meilanie, M.Pd (hlm. 14)

AKHLAK DAN TASAWUF DALAM ISLAM

Makalah Agama Islam
Dosen: Ibu Eva
 
Akhlak dalam Islam
Kata akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu jama’ dari kata khuluqun yang secara etimologis bermakna tabi’at, budi pekerti, adat dan kebiasaan. Sedangkan pendekatan lain bisa dari kata khalaqa sangat erat kaitannya dengan kata khaliq yang menciptakan dan makhluk yang diciptakan. Dari sini ada korelasi hubungan yang baik antara khaliq (Tuhan) dengan makhluk (manusia).
Definisi  akhlak secara terminologis :
1.      Ibnu Maskawaih menjelaskan bahwa akhlak adalah keadaan gerak jiwa yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa ia memikirkan.
2.      Al-Ghazali akhlak adalah keadaan jiwa yang menumbuhkan perbuatan dengan mudah dilakukan tanpa perlu berfikir lebih lama.
3.      Ahmad Amin, akhlak adalah kehendak yang dibiasakan.
Model akhlak yang yang harus kita contoh dan teladani adalah akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Sesuai firman Allah SWT dalam QS. Al-Qalm, (68):4, “Sesungguhnya, Engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (khuluqin) yang luhur”. Karena itu, Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat manusia dalam mewujudkan akhlak mahmuda, akhlak yang islami. Hal ini dipertegas dalam QS. Al-Ahzab, (33):21, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak menyebut Allah.” Bahkan Nabi sendiri dalam sabdanya menjelaskan, “Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Akhmad)
Adakah persamaan antara etika, moral dengan akhlak ? Pengertian etika, moral, dan akhlak terkesan sama, apalagi kalau ketiga istilah itu disandarkan pada Islam. Oleh karena itu, hal tersebut perlu dijelaskan, bahwa kata “etika” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “ethos” artinya adat kebiasaan. Etika bisa saja merupakan istilah lain dari akhlak atau moral, tetapi memiliki perbedaan yang substansial karena konsep akhlak berasal dari pandangan agama terhadap tingkah laku manusia, sedangkan etika adalah pandangan tentang tingkah laku manusia dalam persfektif filsafat. Kalau ada persamaan adalah sama-sama membicarakan tabiat manusia.
Etika adalah sebuah tatanan perilaku berdasarkan suatu sisyem tata nilai suatu masyarakat tertentu. Sementara moral secara etimologis berasal dari bahasa latin “mores”, kata jamak dari “mos” yang berarti adat kebiaasaan, atau tata susila. Dalam hal ini yang dimaksud adat kebiasaan adalah tindakan manusia yang sesuai dengan ide-ide umum yang diterima masyarakat, mana yang baik dan wajar.
Ciri Perbuatan Akhlak:
1.      Tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga telah menjadi kepribadiannya.
2.      Dilakukan dengan mudah tanpa pemikiran.
3.      Timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
4.      Dilakukan dengan sungguh-sungguh.
5.      Dilakukan dengan ikhlas.
Ruang lingkup Kajian Ilmu Akhlak:
·         Perbuatan-perbuatan manusia menurut ukuran baik dan buruk.
·         Objeknya adalah norma atau penilaian terhadap perbuatan tersebut.
·         Perbuatan tersebut baik perbuatan individu maupun kolektif. Manfaat mempelajari Ilmu Akhlak:
a.       Menetapkan criteria perbuatan yang baik dan buruk.
b.      Membersihkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.
c.        Mengarahkan dan mewarnai berbagai aktivitas kehidupan manusia.
d.      Memberikan pedoman atau penerangan bagi manusia dalam mengetahui perbuatan yang baik atau buruk.
Pembagian akhlak
a.       Akhlak kepada Allah SWT
1.      Tauhid
Tauhid artinya mengesakan Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. QS. Al-Ikhlas, (122):1, “katakanlah (Muhammad) Allah itu esa. Menyekutukan Allah dengan lainnya adalah syirik dan orangnya disebut musyrik. Dosa syirik kepada Allah adalah dosa besar, bahkan dosa yang tidak terampuni.
2.      Taqwa
Definisi taqwa yang paling popular adalah “memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya”. Taqwa makna asal adalah  pemeliharaan diri. Diri harus dipelihara dari yang ditakuti, dan yang paling ditakuti adalah siksa Allah SWT. Muttaqin adalah orang-orang yang memelihara diri mereka dari azab dan kemarahan Allah dengan cara berhenti di garis batas yang telah ditentukan, melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
3.      Tawakkal
Tawakkal adalah membebaskan hari dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatu kepada-Nya. Tawakkal harus diawali dengan kerja keras dan usaha maksimal 9 ikhtiar. Tidaklah dinamai tawakkal kalau hanya pasrah menunggu nasib sambil berpangku tangan tanpa melakukan apa-apa. Rasulullah pernah menegur seorang badui yang tidak mengikat untanya karena menurut dia itulah cerminan sikap tawakkal. “ikat dan tawakkallah” (HR. Tarmidzi, Ibnu Khuizaimah, dan Tabrani). Sebab apabila seseorang telah berusaha dengan sunguh-sungguh untuk menggapai sesuatu, mengerahkan segala tenaga dan pikiran, membuat perencanaan dan lain sebagainya, kalau kemudian gagal, tidak sesuai yang diharapkan dia tidak putus asa, ia bertawakkal kepada Allah.
4.      Taqarrub
Taqarrub adalah cara mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan melaksanakan ibadah yang wajib, dan ibadah sunnah lainnya.
5.      Taubat
Taubat berakar kata taaba yang berarti kembali. Orang yang bertaubat kepada Allah SWT adalah orang yang kembali dari sesuatu (yang jelek) menuju sesuatu (yang baik).
b.     Akhlak terhadap makhluk
Akhlak terhadap makhluk dibagi 2 yaitu akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap alam semesta.
Akhlak pada manusia
1.      Akhlak pada diri sendiri
Sebagai hamba Allah, manusia diwajibkan untuk selalu bersikap tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Manusia yang tidak mau tunduk dan patuh kepada-Nya disebut manusia yang ingkar, yang dalam bahasa Al-Quran disebut dengan kafir. Golongan kafir ada 2 macam :
1.      Kafir aqidah yaitu orang yang tidak menerima islam sebagai agamanya.
2.      Kafir ni’mat yaitu orang yang mengakui islam dengan utuh dan baik.
Pengaruh akhlak terhadap Allah pada diri pribadi ialah :
1.      Dapat bersikap wara’ atau penuh pertimbangan dalam bertindak, apakah perbuatan itu sesuai dengan hukum Allah, tidak melanggar hak orang lain dan sebagainya.
2.      Pandai mensyukuri nikmat.
3.      Sabar dan tawakkal.
4.      Optimis dan sportif.
5.      Tawadhu’ atau rendah hati.
6.      Syaja’ah atau berani menegakkan kebenaran.
7.      Ikhlas dan ridho.
8.      Zuhud berarti tidak diperdayakan oleh godaan duniawi dan hawa nafsu, hidup sederhana, dan tidak berlebihan baik menurut dirinya maupun menurut lingkungan sekitarnya, terutama menurut ketentuan Allah, serta tidak tergolong mubazzir.
c.       Akhlak terhadap keluarga atau pada orang lain
d.      Akhlak dalam kehidupan masyarakat dan bernegara
e.       Akhlak pada alam lingkungan
a.   Akhlak terhadap alam nyata
b.   Akhlak terhadap alam gaib
Tasawuf dalam islam
1.      Pengertian tasawuf
Ajaran tasawuf (sufisme) telah sangat populer selama berabad-abad dalam dunia islam, hingga sekarang ini. Tasawuf adalah salah satu bidang kajian studi islam yang memusatkan perhatiannya pada upaya pembersihan pada aspek batiniah yang dapat menghidupkan kegairahan akhlak yang mulia. Istilah tasawuf sendiri berasal dari kata “sufi” yang mengandung arti suci. Secara umum kata itu terdiri dari 3 huruf, yaitu shad, wau, dan fa, dibaca “shawafa”. Shawafa berasal dari bahasa arab, yaitu :
a.   Shafwaa atau safwe, yang berarti orang-orang bersih, atau orang-orang terpilih.
b.   Shuffa, disebut ahlush-shuffah yaitu orang-orang beranda.
c.    Shuuf, yang berarti bulu domba.
d.   Shaaf, yaitu barisan atau deret.
e.   Teoshofie, bahasa Yunani teos bermakna Tuhan, shopos bermakna hikmat.
Latar belakang munculnya tasawuf dalam islam
                                                                                   Munculnya aliran tasawuf dalam islam para ahli berbeda pendapat , ada yang mengatakan tasawuf muncul sesudah umat islam mempunyai kontak atau hubungan dengan filsafat Yunani, agama kristen, agama hindu, budha, dan katolik. Sehingga muncul anggapan bahwa tasawuf lajir dari luar islam. Pendapat ini terjadi pro dan kontra karena dalam sejarah kehidupan rasul ternyata mengandung nilai-nilai sufisme. Bila ditelusuri banyak ayat dan hadist serta perilaku Rasulullah SAW yang sama dengan nilai-nilai yang ada dalam tasawuf.
Sumber Ajaran Tasawuf:
·         Unsur Islam: - Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk: mencintai Tuhan (QS. Al-Maidah: 54), bertaubah dan mensucikan diri (QS> At-Tahrim: 8), manusia selalu dalam pandangan Allah dimana saja (QS. Al-Baqarah: 110), Tuhan memberi cahaya kepada HambaNya (QS. An-Nur: 35), sabar dalam bertaqarrub kepada Allah (QS. Ali Imran: 3) - Hadis Nabi seperti tentang rahasia penciptaan alam adalah agar manusia mengenal penciptanya. - Praktek para sahabat seperti Abu Bakar Ash-shiddiq, Umar Ibn Khattab, Usman Ibn Affan, Ali Ibn Abi Talib, Abu Zar Al-Ghiffari, Hasan Basri, dll.
·         Unsur Non Islam:
a.       Nasrani: Cara kependetaan dalam hal latihan jiwa dan ibadah.
b.      Yunani: Unsur filsafat tentang masalah ketuhanan.
c.       Hindu/Budha: mujahadah, perpindahan roh dari satu badan ke badan yang lain.
Landasan teologis  tasawuf dalam islam
Landasan atau dasar utama tasawuf juga adalah Al-Quran dan hadist karena di dalam Al-Quran lah terkandung kedamaian, ketenangan, petunjuk-petunjuk, dan hukum-hukum Allah yang benar. Seluruh kandungan Al-Quran adalah dasar tasawuf itu sendiri.
Maqamat wa Al-Ahwal
Maqamat
Adalah bentuk jama dari kata maqam. Maqam adalah disiplin keruhanian yang ditunjukkan oleh seseorang berupa pengalaman-pengalaman yang dirasakan dan diperoleh melalui usaha-usaha tertentu. Sedangkan ahwal jama dari kata hal adalah sikap rohaniah yang dianugerahkan kepada manusia, tanpa diusahakan olehnya. Maqam menurut pembagian dan susunan Abu Nasr al-Sarraj al-Tusi dalam bukunya Kitab al-luma’ fi’t Tashawwuf ada 7 yaitu :
1.      Maqam Taubat
Taubat yang dimaksudkan sufi ialah tobat yang sebenar-benarnya, tobat yang tidak akan membawa kepada dosa lagi.
2.      Maqam Wara’
Pengertian sufi wara adalah meninggalkan segala yang dalamnya terdapat syubhat (keragu-raguan) tentang halalnya sesuatu.
3.      Maqam Zuhud
Zuhud yaitu keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian.
Menurut Al-Junaid zuhd adalah keadaan jiwa yang kosong dari rasa memiliki dan ambisi menguasai.
Menurut Ibn Qadamah al-Muqaddasi zuhd ialah pengalihan keinginan dari sesuatu kepada yang lebih baik.
Menurut Imam al-Gazali zuhd ialah mengurangi keinginan kepada dunia dan menjauhi daripadanya dengan penuh kesadaran dan dalam hal yang mungkin dilakukan.
Menurut Imam al-Qusyairi zuhd ialah tidak merasa bangga dengan kemewahan dunia yang telah ada di tangannya dan tidak merasa bersedih dengan hilangnya kemewahan tadi dari tangannya.
4.      Maqam Fakir
Fakir ialah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita.
5.      Maqam Sabar
Sabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah, dalam menjauhi segala larangan-Nya dan dalam meneruma segala cobaan-cobaan yang ditimpakan pada diri kita.
6.      Maqam Tawakkal
Dari segi bahasa tawakkal merupakan bentuk kata dari al-wakalah yang mengandung arti menyerahkan, menyadarkan, dan memercayakan.
7.      Maqam Ridha
Al-Junaid mengartikan ridha dengan (tarku al-ikhtiar) “meninggalkan usaha”. Sedangkan Dzu al-Nun al-Misri, ridha ialah : menerima qada dan qadar dengan kerelaan hati (sururul qalbi bimarri al-qadha).
Pergeseran tasawuf ke tarekat
Pengertian tarekat (thariqah, jamaknya taraiq) secara etimologis antara lain berarti jalan (khaifiyah), metode, sistem (al-uslub), haluan (madzhab), atau keadaan (al-halah). Secara istilah tarekat bisa bermacam-macam pengertian yakni :
a.       Perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
b.      Tarekat  adalah organisasi keagamaan dalam Islam yang menghimpun angota-anggota sufi yang sepaham bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
c.       Tarekat bisa juga bermakna wirid atau dzikir-dzikir yang dirumuskan sedemikian rupa yang harus dibaca dengan jumlah tertentu.
d.      Tarekat berasal dari kata “thariqah” yang artinya “jalan”.
Tasawuf modern/neosufisme
Beberapa contoh penerapan atau hubungan tasawuf dengan ilmu-ilmu sekuler, misalnya :
a.       Pertemuan tasawuf dengan fisika atau sains modern yang holistik.
b.      Pertemuan tasawuf dengan ekologi yang menyadarkan mengenai pentingnya kesinambungan alam ini dengan keanekaragaman hayati.
c.       Pertemuan tasawuf dengan penyembuhan alternatif yang memberikan kesadaran bahwa masalah kesehatan bukan hanya bersifat fisikal.
d.      Pertemuan tasawuf dengan psikologi baru yang menekankan segi transpersonl.
Hubungan tasawuf dengan akhlak
Akhlak dan Tasawuf saling berkaitan. Akhlak dalam pelaksanaannya mengatur hubungan horizontal antara sesama manusia, sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertical antara manusia dengan Tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari pelaksanaan tasawuf, sehingga dalam prakteknya tasawuf mementingkan akhlak.
                Jika kata “tasawuf” dengan kata “akhlak” disatukan, akan terbentuk sebuah frase, yaitu tasawuf akhlaki. Secara etimologis, tasawuf akhlaki bermakna membersihkan tingkah laku atau saling membersihkan tingkah laku. Tasawuf adalah proses pendekatan diri pada Tuhan dengan cara mensucikan hati sesuci-sucinya.  Dalam tasawuf akhlaki, sistem pembinaan akhlak menganut 3 cara yaitu :
1.      Takhalli
Sebagai langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang sufi dengan cara mengosongkan diri dari akhlak tercela serta memerdekakan jiwa dari  hawa nafsu duniawai.
2.      Tahalli
Sebagai upaya mengisi jiwa dengan akhlak yang terpuji.
3.      Tajalli
Yaitu terungkapnya cahaya kegaiban atau “nur gaib”.